Kamis, 28 Januari 2010
APAKAH INI ADIL?
Fenomena kehidupan malam sangatlah tidak masuk akal Mencari peruntungan ditengah para orang sesat Tak terlihat buah strawberry di tengah gundukan biji pete Tak sedikitpun tercium aroma buahmu kawan Diantara puluhan cahaya lampu malam Seorang wanita cantik melambaikan tangan lentiknya Miris hati ini ingin menolong layaknya seorang pahlawan Akan tetapi apa daya semuanya tidaklah bisaku tuai Aurat di perjualkan Nafsu mendominasi malammu Keringatmu tidak lebih baik dari tukang becak Mengayuh roda malam menuju sebuah ranjang Apakah yang kamu cari??? Pertanyaan itu aku tujukan buat seorang wanita tamatan SMA UANG, UANG, UANG… selalu menjadi jawabannya Tak heran aku berkesimpulan UANG itu adalah tujuan hidup Apakah kamu tidak rindu pagimu?? Ditemani segelas susu hangat Kicauan burung di tengah embun Ini bukan saatnya kamu bermimpi disaat orang terbangun Lihatlah matahari begitu setia menghangatkan bumi Walau terkadang terlalu panas apabila kurasa Ini lah siangmu wahai wanita Bangkitlah dari tidurmu… Terdengar suara telepon genggamu begitu keras Dua pasang mata akhirnya tebuka Ternyata suara seorang bujuk pria bertanduk emas Mengajakmu bermain, tapi entah apakah itu permainannya… Sebuah paras cantik memantul dari kamar berwarna biru muda Dia terlihat mengenakan sebuah dalaman berwarna hitam Membuat aku begitu tergiur mengikuti lekuk tubuhmu Rambut panjangmu menambah fantasi ini semakin nakal… hahhah Tak lama berselang terdengar suara klakson dari luar kamarmu Sebuah semprotan parfum mengiringi langkah pergimu Masih sama seperti kemarin pria itu tidaklah dia kenal Pintu pun terbuka dan membawamu pergi meninggalkan kebaikan Terhenti di sebuah motel melati berdua turun bergandengan ibarat suami istri Kebingungan mulai terlihat dari kerut wajahku sebuah kamar telah dia sewa untuk melihat setan tertawa Tak perlu sekuntum bunga mawar dan melati Keelokan tubuhmu sudah lah bisa di tunggangi Mungkin bunga bunga uanglah yang membuatmu menyerah APAKAH INI ADIL?? Tengoklah 6 tahun kebelakang Kamu itu wanita terpelajar Kedua orangtua mu susah payah gadaikan keringat buat mu APAKAH INI BALASANNYA WAHAI WANITA?? Inilah fenomena zaman, inilah kejamnya hidup dan inilah yang tidak aku inginkan Masih ada tempat yang pantas buatmu bekerja Tak perlu mengais rejeki pada orang berbirahi sesat Mungkin sebuah tamparan layak kau dapatkan dari orangtuamu Karena kamu bukan air liur seekor anjing Tak perlu sesali langkah kemarinmu Ambilah air wudhu mu untuk sujud bertobatlah padaNya Dan aku yakin tamparan itu akan berubah menjadi tangis kebahagiaan…… Bandung, 29 Januari 2010
Selasa, 26 Januari 2010
PARAGRAF KETIGA DALAM KARANGAN
Seseorang berjalan membawa secarik kertas usang
Ini bukan saatnya memberikan kabarmu sekarang
Di temani kicau burung gereja, dia terduduk di sebuah bangku
Samping pelataran jalan dengan langit sore yang cerah
Tak kusadari gradasi biru menuju orange berubah menjadi hitam
Seperti layaknya malam, indah karena jutaan bintang terlihat terang
Dia pun belum selesai membaca kalimat terakhir dalam kertasnya
Mungkin karena begitu telitinya ia membaca isi nya.
Aku terus memperhatikannya,,
Dia terduduk sambil sesekali meneteskan air mata
Iba saat kulihat, tak ada keceriaan sedikitpun dalam raut wajahnya
Pertanyaan ingin kulontarkan, namun hati pun mengurungkannya
Akhirnya dia terbangun dari duduknya
Kertas itu dia lipat dan kemudian dia masukan kedalam saku celana
Aku bergegas menghampiri sambil berlari mengikuti arah langkahnya
Terdiam sesaat dan terperangan tanpa ucapan
Dia menoleh dan matanya berubah menjadi kejam
Ironinya ia pun berjalan tenang menuju arahku
Spontan aku pun gundah ketika sosok itu ada di hadapanku
Tangan ku dia raihuntuk memberikan kertas tersebut
Lipatan demi lipatan aku buka untuk mengetahui isinya
Setelah kulihat hanya tulisan yang kemudian aku baca perlahan
Muka pun berubah mngeryit setelah aku sadar ini tulisan anak kecil
Pertanyaan langsung aku lontarkan karena kebingungan
“WAHAI PRIA KENAPA KAMU SEDIH PADAHAL INI HANYA TULISAN ANAK KECIL?”
Dia menjawab
“ITU KARANGAN DARI SEORANG ANAK KECIL YANG MUNGKIN DUDUK DI BANGKU SEKOLAH DASAR, TERNYATA AKU MENYADARI BETAPA MUDAHNYA KHAYALAN DIA MENULIS DI SELMBAR KERTAS INI, MUNGKIN AKU BELUM TENTU BISA MENGARANG DI DALAM LEMBAR KISAHKU SEKARANG.”
Aku bingung dan kembali bertanya
“INIKAN HANYA SEBUAH KARANGAN ANAK KECIL?”
Dia spontan menjawab
“KAMU LIHAT PARAGRAF PERTAMA DISITU DIA MENGGAMBARKAN TENTANG KELUARGA, SETELAH ITU KAMU BACA PARAGRAF KEDUA DIA PUN DENGAN GAMPANG MENGGAMBARKAN CITA-CITANYA KEDEPAN. DAN KAMU TAHU… PARAGRAF KETIGA BELUM BISA DIA JABARKAN KARENA IA TAK TAHU.”
Aku mengeryit kebingungan, dan dia pun kembali memberikan jawaban
“DULU AKU MEMPUNYAI KELUARGA YANG UTUH, TAPI DENGAN BERTAMBAHNYA UMUR SATU PERSATU PERGI MENGINGGALKANKU… AKU MUNGKIN DULU SAMA SEPERTI ANAK ITU, TAPI AKU MALU SEKARANG KARENA CITA-CITA DAN HARAPAN KU DULU TAK SAMA DENGAN APA YANG AKU KARANG DULU. TULISAN ITU MUNGKIN KAU BISA ANGGAP CELOTEH ATAU APA PUN ITU. TAPI LIHATLAH BEGITU BERSEMANGATNYA AKU KETIKA GURU MENYURUHMU MENGERJAKANNYA, MUNGKIN SEKARANG DISINILAH KAMU BISA MENILAI SEBERAPA JAUH HARAPAN ITU ADA DALAM HIDUPMU, DAN JANGAN SALAH AWAL DAN AKHIR HIDUPMU PUN PASTI DI SERTAI TULISAN.”
Dan aku tersadar setelah pria itu pergi, ternyata kita berjalan ibarat pena yang kau tuliskan didalam buku harian.
Tersusun rapih mengikuti garis dari arah kiri ke kanan dan ketika ada kesalahan segeralah kamu menghapus dan melanjutkannya. Tapi ingat dan ingatlah “PENGHARAPAN DATANG DI KALA KEINGINAN MENJADI DOMINAN, AKAN TETAPI SEMUANYA BISALAH MENJADI MUSUH DAN MEBUAT AKALMU KURANG BERFUNGSI (TIDAK WARAS). KARENA SESUNGGUHNYA DOA DAN TINDAKAN MERUPAKAN PASANGAN YANG HARUS MENDOMINASI BUKA BERANDAI – ANDAI.”
Bandung, 26 Januari 2010
Ini bukan saatnya memberikan kabarmu sekarang
Di temani kicau burung gereja, dia terduduk di sebuah bangku
Samping pelataran jalan dengan langit sore yang cerah
Tak kusadari gradasi biru menuju orange berubah menjadi hitam
Seperti layaknya malam, indah karena jutaan bintang terlihat terang
Dia pun belum selesai membaca kalimat terakhir dalam kertasnya
Mungkin karena begitu telitinya ia membaca isi nya.
Aku terus memperhatikannya,,
Dia terduduk sambil sesekali meneteskan air mata
Iba saat kulihat, tak ada keceriaan sedikitpun dalam raut wajahnya
Pertanyaan ingin kulontarkan, namun hati pun mengurungkannya
Akhirnya dia terbangun dari duduknya
Kertas itu dia lipat dan kemudian dia masukan kedalam saku celana
Aku bergegas menghampiri sambil berlari mengikuti arah langkahnya
Terdiam sesaat dan terperangan tanpa ucapan
Dia menoleh dan matanya berubah menjadi kejam
Ironinya ia pun berjalan tenang menuju arahku
Spontan aku pun gundah ketika sosok itu ada di hadapanku
Tangan ku dia raihuntuk memberikan kertas tersebut
Lipatan demi lipatan aku buka untuk mengetahui isinya
Setelah kulihat hanya tulisan yang kemudian aku baca perlahan
Muka pun berubah mngeryit setelah aku sadar ini tulisan anak kecil
Pertanyaan langsung aku lontarkan karena kebingungan
“WAHAI PRIA KENAPA KAMU SEDIH PADAHAL INI HANYA TULISAN ANAK KECIL?”
Dia menjawab
“ITU KARANGAN DARI SEORANG ANAK KECIL YANG MUNGKIN DUDUK DI BANGKU SEKOLAH DASAR, TERNYATA AKU MENYADARI BETAPA MUDAHNYA KHAYALAN DIA MENULIS DI SELMBAR KERTAS INI, MUNGKIN AKU BELUM TENTU BISA MENGARANG DI DALAM LEMBAR KISAHKU SEKARANG.”
Aku bingung dan kembali bertanya
“INIKAN HANYA SEBUAH KARANGAN ANAK KECIL?”
Dia spontan menjawab
“KAMU LIHAT PARAGRAF PERTAMA DISITU DIA MENGGAMBARKAN TENTANG KELUARGA, SETELAH ITU KAMU BACA PARAGRAF KEDUA DIA PUN DENGAN GAMPANG MENGGAMBARKAN CITA-CITANYA KEDEPAN. DAN KAMU TAHU… PARAGRAF KETIGA BELUM BISA DIA JABARKAN KARENA IA TAK TAHU.”
Aku mengeryit kebingungan, dan dia pun kembali memberikan jawaban
“DULU AKU MEMPUNYAI KELUARGA YANG UTUH, TAPI DENGAN BERTAMBAHNYA UMUR SATU PERSATU PERGI MENGINGGALKANKU… AKU MUNGKIN DULU SAMA SEPERTI ANAK ITU, TAPI AKU MALU SEKARANG KARENA CITA-CITA DAN HARAPAN KU DULU TAK SAMA DENGAN APA YANG AKU KARANG DULU. TULISAN ITU MUNGKIN KAU BISA ANGGAP CELOTEH ATAU APA PUN ITU. TAPI LIHATLAH BEGITU BERSEMANGATNYA AKU KETIKA GURU MENYURUHMU MENGERJAKANNYA, MUNGKIN SEKARANG DISINILAH KAMU BISA MENILAI SEBERAPA JAUH HARAPAN ITU ADA DALAM HIDUPMU, DAN JANGAN SALAH AWAL DAN AKHIR HIDUPMU PUN PASTI DI SERTAI TULISAN.”
Dan aku tersadar setelah pria itu pergi, ternyata kita berjalan ibarat pena yang kau tuliskan didalam buku harian.
Tersusun rapih mengikuti garis dari arah kiri ke kanan dan ketika ada kesalahan segeralah kamu menghapus dan melanjutkannya. Tapi ingat dan ingatlah “PENGHARAPAN DATANG DI KALA KEINGINAN MENJADI DOMINAN, AKAN TETAPI SEMUANYA BISALAH MENJADI MUSUH DAN MEBUAT AKALMU KURANG BERFUNGSI (TIDAK WARAS). KARENA SESUNGGUHNYA DOA DAN TINDAKAN MERUPAKAN PASANGAN YANG HARUS MENDOMINASI BUKA BERANDAI – ANDAI.”
Bandung, 26 Januari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
DOMINASI CINTA UNTUK SENJA
atas nama malam aku mewakilkan sebuah nyanyian begitu merdunya sehingga membuat orang terniang dihimpit rasa ingin tahu tentang siapa engkau wanita terbayang di dalam benak pikiran tentang sosok wajahmu.... sembari menulis kembali di dalam lembaran kertas aku teringat akan sebuah senja senja yang tidaklah indah karena cuaca mendung tetapi tak menyurutkan aku untuk bertanya.... " MAUKAH KAMU MENJADI PACARKU ? " dengan perasaan cemas yang mendominasi kita berdiri tepat di bawah pohon pinggir jalan menanjak terkepung oleh udara dingin pada sore ini.... hangat jaketpun tak mampu mendamaikannya... tertolong oleh sebuah kalimat kecil.. " AKU MAU JADI PACAR KAMU ".... begitulah kalimat terucap dari mulut seorang wanita itu senyum terlihat dari paras wajahnya aku pun terdiam untuk bersyukur.... tak lama waktu berselang datanglah sebuah angkutan beroda besar, aku menghentikannya utuk menunggu wanita pun bergegas pergi dengan lambayan tangannnya.... 14 januari 2010 tepat dimana kita meresmikan cinta dan senja inilah yang selalu ku harapkan... karena mendung tak selamanya kelam... Bandung, 19 Januari 2010... " buat witri dina hasiana.... terimakasih sudah mau menjadi pacarku... "
BERSABAR UNTUK MENANG
sebuah kendaraan tengah dinaiki dua orang pria tanpa tujuan ia berada di belakang tujuan motor di depannya.... kiri arah yang tepat menuju pulangku meninggalkan sebuah kecemasan di dalam boncengan... malam semakin larut, tidak ada keramaian memang semua orang tengah bermimpi di dalam tidurnya lain hal dengan seorang teman yang bermimpi tentang cintanya mata tidak memejam, posisi pun tidak berbaring apakah dia tidur atau hanya bermimpi? sungguh ironi memang... tapi inilah sebuah karunia yang dinamakan CINTA sosok wanita yang ia puja begitu berjalan dalam pikirannya tersenyumku apabila kedengar nama wanita itu dari mulutnya ia berbicara lantang layaknya presiden sukarno berpidato... aku terduduk tepat di bawah laptop di atas meja berwarna coklat ku cari informasi memasuki dunia maya akhirnya aku bertemu dengan sosok wanita itu... tak saling memandang dan bersuara hanya tulisanlah yang mewakilkan aku buka pertanyaan demi pertanyaan utuk mewakilkan temanku memang dia adalah sosok pria pemalu... yang aku pikir sangatlah mencolok dengan tubuhnya yang tinggi besar fenomena cinta memang sulit ditebak... HAHAHA.... raut wajah berubah mengerut diam hanya melihat tulisan yang ia buat " AKU SEDANG TIDAK MAU PACARAN UNTUK SEKARANG " tanpa panjang lebar aku menyimpulkannya ini penolakan, walaupun halus tetap saja karena maknalah yang diambil.... aku tinggalkan meja itu untuk mengisi perutku temanku pun menggantikan posisi dan memberanikan diri untuk bertanya langsung akhirnya yang aku harapkan tidak terjadi... karena wanita itu pun berkata sungguh menyakinkan hatinya.... " BAHWA SABAR ADALAH KUNCI UNTUK MERAIH KEMENANGAN " sekalipun butuh waktu lama untukku mengartikan kata tersebut tapi keyakinanlah yang selalu kulihat dari dia,,, selamat berjuang teman... ingatlah... " TUHAN TAHU WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA "..... Bandung, 19 Januari 2010... " sebuah tulisan yang aku persembahkan untuk seorang sahabat yang sedang memperjuangkan cintanya.... " hahhaha...............
Minggu, 17 Januari 2010
manusia buas
kebiadaban manusia melebihi hewan... kenapa tak bertaring dan berekor saja... biar lebih garang.... Bandung, 290909
insomia
selamat pagi kelelawar... aku makan kamu pun mencari makan.. tapi jangan samakan aku dengan hidupmu.. karena kelak esok aku akan mendahuluimu... memejamkan mata.. tak kala malam datang... bandung, 290909
SUDAH
terderet diantara deretan masalah... sesak, serasa mengikat jantung untuk berdetak.. mati rasa membuat semuanya tak berakal dan berbudi.. semuanya hilang di telan kekesalan.. bimbang tetaplah jadi kedustaanku... sembari melipat sehelai kertas putih.. membuangnya di dalam pekatnya air got.. hanya noda lah yang tersisa... tak ada keindahan di dalam pekatnya perbedaan.. antara kotoran dan warna kesucian.. selamat malam tak ada tangisan malam ini.. ini semua sudah menjadi kepastian... Bandung, 300909
Langganan:
Postingan (Atom)
